Menghentikan Kebocoran di Hub Lalamove Daan Mogot: 70 Meter Talang dan 211,5 m² Atap
Di gudang logistik, atap bocor bukan sekadar soal kenyamanan. Air yang masuk lewat sambungan talang tidak jatuh di tempat kosong. Ia jatuh ke barang kiriman, ke area sortir, ke rak penyimpanan yang sedang penuh. Dan tidak seperti kantor, hub logistik tidak bisa diliburkan sehari untuk perbaikan.
Itu kondisi yang dihadapi tim fasilitas Lalamove di hub Daan Mogot, Jakarta Barat, ketika mereka meminta Sejasa turun ke lokasi pada pertengahan 2026.

Kebocoran yang Muncul di Banyak Titik Sekaligus
Bangunan hub ini memakai atap spandek bentang lebar dengan talang beton memanjang di sisi kanan dan kiri gedung. Konstruksi seperti ini umum di gudang, dan punya kelemahan yang juga umum: talang beton adalah bagian yang paling cepat gagal.
Beton bergerak. Ia memuai saat panas menyengat di siang hari dan menyusut saat hujan turun. Setelah beberapa tahun siklus itu berulang, sambungan retak halus, lapisan pelindung lama mengelupas, dan jalur yang seharusnya membuang air justru menahannya. Air menggenang, mencari celah, lalu masuk ke dalam bangunan lewat pertemuan talang dan atap.
Saat tim Sejasa melakukan pengecekan, keluhan tidak terpusat di satu titik. Dua area terdampak paling serius. Yang pertama adalah Hall Sticker seluas 139,5 m², area kerja aktif yang terganggu setiap kali hujan deras. Yang kedua, dan lebih berisiko secara operasional, adalah area penyimpanan di lantai 2 seluas 72 m², tempat rembesan berhadapan langsung dengan barang yang disimpan.
Pola sebaran seperti ini memberi petunjuk penting. Kalau bocor muncul di beberapa tempat yang berjauhan, sumbernya biasanya bukan di titik tetesan itu sendiri, melainkan pada jalur air yang menghubungkan semuanya. Karena itu penanganan disusun mengikuti jalur tersebut, bukan per titik keluhan.

Mengganti Jalur Air, Bukan Menambal Bekasnya
Ruang lingkup yang disepakati mencakup empat elemen bangunan sekaligus: atap spandek, talang, dak, dan ban-banan. Bukan daftar yang panjang untuk terlihat menyeluruh, melainkan urutan jalur yang dilalui air dari saat menyentuh atap sampai keluar dari gedung.
Pekerjaan terbesar ada di talang. Sistem lama diganti dengan karpet talang T110 sepanjang 70 meter, terpasang di dua sisi gedung masing-masing 35 meter. Karpet talang bekerja berbeda dari pelapisan beton. Ia adalah lembaran kedap air yang menampung dan mengalirkan air di atas struktur beton, sehingga retakan di bawahnya tidak lagi menjadi jalur masuk.
Bagian yang menentukan keberhasilannya justru terjadi di atap, bukan di talang. Untuk memasang karpet dengan benar, lembaran spandek di sisi talang harus dibongkar lebih dahulu, karpet diselipkan masuk ke bawah gelombang atap, lalu spandek dipasang kembali dan dikunci menggunakan roofing drill berseal.
Langkah bongkar pasang ini menambah waktu pengerjaan, tetapi menentukan hasil akhirnya. Posisi karpet harus berada di bawah lembaran spandek agar air yang mengalir turun di gelombang atap jatuh ke dalam karpet, bukan bertemu tepinya. Perbedaannya baru terlihat saat hujan besar, dan pada titik itu memperbaikinya berarti mengulang pekerjaan dari awal.

Dua Area, Dua Tingkat Perlindungan
Hall Sticker dan area penyimpanan tidak diperlakukan sama, karena taruhannya tidak sama.
Di Hall Sticker, permukaan dibersihkan lebih dulu, lalu seluruh retakan dan sambungan diperiksa dan ditandai. Lapisan dasar Aquaproof diaplikasikan, kemudian serat fiber 15 cm dipasang menutup jalur retak, dan ditutup lagi dengan lapisan akhir sampai serat terbungkus penuh.
Serat fiber ada di situ untuk satu alasan. Pelapis anti bocor tanpa penguat akan ikut robek ketika material di bawahnya bergerak, dan material di atap gudang bergerak setiap hari mengikuti suhu. Serat menahan lapisan tetap utuh di titik yang paling rentan, yaitu retakan dan sambungan, yang kebetulan juga merupakan lokasi kebocoran paling umum.
Area penyimpanan lantai 2 mendapat satu lapis tambahan. Di atas sistem serat dan Aquaproof, sambungan kritis ditutup aluminium foil waterproof 15 cm. Foil memberi perlindungan ekstra di titik pertemuan sekaligus memantulkan panas, sehingga lapisan di bawahnya tidak cepat getas dan umur pakainya lebih panjang. Untuk area yang berisi barang, biaya tambahan lapisan ini jauh lebih kecil daripada satu kali insiden barang basah.

Perlakuan yang sama telitinya diberikan pada dak dan ban-banan. Dinding parapet di sekeliling dak dilapis naik ke atas, tidak berhenti di permukaan lantai. Pertemuan antara dinding dan lantai dak adalah sudut yang hampir selalu bocor kalau pelapisan dikerjakan datar saja, karena air yang mengalir turun di dinding akan berhenti tepat di garis sambungan itu.

Selesai dalam Dua Hari, Hub Tetap Berjalan
Seluruh pekerjaan diselesaikan dalam dua hari kerja pada Juli 2026.
Yang sama pentingnya bagi tim fasilitas Lalamove, tidak ada satu hari pun operasional hub yang dihentikan. Bongkar pasang spandek, pemasangan 70 meter karpet talang, dan pelapisan lebih dari 200 m² permukaan semuanya dikerjakan dari sisi atas bangunan. Aktivitas pengiriman, sortir, dan penyimpanan di bawahnya berjalan seperti biasa.
Serah terima dilakukan di lokasi begitu pekerjaan rampung, lengkap dengan berita acara yang menyatakan pekerjaan diterima dalam kondisi baik dan sesuai spesifikasi awal, disertai dokumentasi foto pelaksanaan.

Apa yang Sebenarnya Didapat Lalamove
Secara angka, hasilnya adalah 211,5 m² area kritis yang kini terlindungi lapisan kedap air berpenguat serat, dan 70 meter jalur talang yang tidak lagi bergantung pada kondisi beton di bawahnya.
Secara operasional, artinya lebih sederhana. Area penyimpanan lantai 2 tidak lagi menjadi variabel yang perlu dikhawatirkan setiap kali ramalan cuaca menyebut hujan. Hall Sticker bisa dipakai penuh tanpa penyesuaian dadakan. Dan tim fasilitas punya catatan tertulis mengenai apa yang dikerjakan, di area mana, dengan material apa, yang bisa dijadikan dasar saat menyusun jadwal perawatan berikutnya atau menilai kondisi bangunan di kemudian hari.
Perbaikan atap yang baik jarang terlihat menonjol. Ukuran keberhasilannya justru adalah tidak adanya panggilan berikutnya.
Pertanyaan yang Sering Diajukan
Berapa lama pengerjaan waterproofing atap gudang? Untuk cakupan seperti proyek ini, sekitar 200 m² pelapisan ditambah 70 meter penggantian talang, pekerjaan selesai dalam dua hari kerja. Cuaca adalah faktor penentu terbesar, karena permukaan harus kering saat lapisan diaplikasikan.
Apakah operasional gudang harus dihentikan? Pada umumnya tidak. Sepanjang pekerjaan bisa diakses dari sisi atap dan dak, aktivitas di dalam bangunan tetap berjalan seperti biasa.
Kenapa perlu serat fiber, tidak cukup pelapis anti bocor saja? Pelapis tanpa penguat akan ikut retak mengikuti pergerakan material akibat panas dan beban. Serat fiber menjaga lapisan tetap utuh di retakan dan sambungan, yang merupakan titik kebocoran paling umum.
Kenapa memasang karpet talang perlu membongkar atap? Agar karpet bisa diposisikan di bawah lembaran spandek. Dengan posisi ini, air yang mengalir turun di gelombang atap langsung jatuh ke dalam karpet dan terbuang keluar, tanpa bertemu tepi sambungan.
Apa yang diterima klien setelah pekerjaan selesai? Dokumentasi foto pelaksanaan dan berita acara serah terima yang ditandatangani kedua belah pihak, mencantumkan ruang lingkup pekerjaan dan pernyataan penerimaan sesuai spesifikasi.
Apakah Sejasa melayani gudang dan hub logistik di luar Jakarta? Ya. Layanan facility management Sejasa mencakup Jabodetabek dan kota besar lainnya di Indonesia, untuk gudang, hub logistik, pabrik, ritel, dan perkantoran.
Punya Masalah Kebocoran di Fasilitas Anda?
Kalau atap gudang atau kantor Anda bocor di lebih dari satu titik, langkah pertama yang berguna adalah memetakan jalur airnya. Tim Sejasa melakukan pengecekan lapangan lebih dulu, baru menyusun ruang lingkup dan penawaran sesuai kondisi bangunan.
Pelajari layanan facility management Sejasa selengkapnya, atau lihat studi kasus perawatan gedung lainnya. Untuk mulai, hubungi tim kami lewat tombol WhatsApp di bawah.